Jadi Plt Kadisbudpar Luwu Utara, Jumail Mappile Siapkan Jurus Khusus Kembangkan Pariwisata

MASAMBA, TEKAPE.co – Sejak ditunjuk jadi Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Kadisbudpar) Kabupaten Luwu Utara, Jumail Mappile terus mencari jurus untuk mengembangkan sektor pariwisata di Luwu Utara.

Jumail Mappile, yang ditunjuk jadi Plt Kadisbudpar menggantikan Alm FP Patuang, sejak 25 April lalu, kini telah menyiapkan jurus untuk mengembangkan sektor pariwisata.

Sebab, ia menilai Kabupaten Luwu Utara, bisa menjadi destinasi wisata unggulan di Luwu Raya, pada khususnya, dan Sulsel pada umumnya.

Menurutnya, Luwu Utara sudah sejak lama dikenal sebagai daerah yang memiliki banyak potensi alam untuk dijadikan obyek wisata, baik di wilayah pegunungan, dataran rendah maupun di daerah pesisir pantai.

Menurutnya, potensi ini harus disadari oleh masyarakat, khususnya yang berdiam di sekitar obyek wisata tersebut, agar bisa ikut serta secara aktif mendorong pengembangan kepariwisataan.

“Tidak kalah pentingnya juga, masyarakat Luwu Utara harus sadar wisata, dengan meningkatkan kenyamanan wisatawan saat berkunjung,” ungkap Jumail, saat membuka rapat dengan para Penggiat Sanggar Seni, di Permandian Air Panas Pincara, Sabtu, 5 Mei 2018.

Menurut Jumail, agar pariwisata di Luwu Utara bisa maju dan sejajar dengan daerah lain, salah satu syaratnya adalah tumbuhnya kesadaran masyarakat akan potensi wisata yang ada. Masyarakat pun harus bisa lebih terbuka dan menciptakan suasana yang lebih ramah dan kondusif bagi wisatawan.

Jumail menegaskan, Kabupaten Luwu Utara memiliki banyak pilihan untuk mengembangkan perekonomian masyarakat, dan sektor pariwisata adalah salah satunya.

Oleh karena itu, harus ditumbuhkan keterpaduan antara pemerintah, masyarakat dan pengusaha (swasta) dalam upaya membuka usaha dan aktivitas yang berkaitan dengan kepariwisataan. Kesadaran masyarakat Luwu Utara akan potensi wisata yang dimiliki daerahnya, sebenarnya sudah ada. Namun, belum semua memiliki pemahaman akan potensi ekonomi dari sektor wisata ini.

“Inilah yang menjadi tugas Dinas Kebudayaan dan Pariwisata untuk menunjukkan nilai komersialnya, bahwa pekerjaan ini, sektor wisata, bisa membawa kesejahteraan bagi orang-orang yang bersinggungan dengan usaha pariwisata,” katanya.

Salah satu upaya yang akan dilakukan ke depan adalah memaksimalkan pengembangan obyek pariwisata dan pendukungnya, baik yang dikelola oleh Pemerintah Kabupaten, Pemerintah Desa dalam hal ini Bumdes, maupun yang dikelola secara mandiri oleh masyarakat dan pengusaha. Lalu kemudian mendata jumlah kunjungan rata-rata wisatawan ke Luwu Utara tiap tahunnya, baik wisatawan domestik maupun mancanegara.

Untuk meningkatkan kunjungan, cara yang efektif adalah menunjukkan bahwa sektor wisata bisa menghasilkan uang bagi masyarakat.

Dengan demikian, masyarakat dengan sendirinya mau mengembangkan potensi wisata di daerahnya. Jumail meyakinkan, Pemerintah Daerah Luwu Utara berkomitmen untuk mengembangkan pariwisata yang ada.

Pihaknya pun akan berupaya membantu dengan ikut mempromosikan wisata Luwu Utara, baik melalui website, media sosial dan even festival serta promosi wisata lainnya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *